diposkan pada : 16-05-2024 15:23:29

Manajemen Keselamatan Pasien adalah pengelolaan terhadap layanan dengan mengutamakan keselamatan pasien melalui beberapa program diantaranya adalah :

1. Menciptakan Budaya Keselamatan Pasien

Menciptakan Budaya keselamatan Pasien berarti budaya organisasi yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Untuk dapat menciptakan budaya ini dalam layanan kesehatan  sangat perlu melibatkan komitmen dari seluruh tenaga kerja kesehatan untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan keselamatan pasien, serta memperhatikan keamanan dalam setiap aspek praktik klinis. 

2. Pelaporan dan Pembelajaran dari Kesalahan

Sistem pelaporan yang terbuka dan tanpa hukuman untuk kesalahan atau insiden keselamatan pasien sangat penting. Ini memungkinkan identifikasi masalah potensial dan peluang perbaikan. Lebih penting lagi, adalah pembelajaran dari kesalahan tersebut, dan implementasi tindakan perbaikan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

3. Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang jelas dan terbuka antara semua anggota tim kesehatan adalah kunci dalam manajemen keselamatan pasien. Ini termasuk komunikasi antara dokter, perawat, farmasis, dan staf lainnya, serta komunikasi yang efektif dengan pasien dan keluarga mereka.

4. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Jelas

Memiliki SOP yang jelas untuk prosedur medis standar dan situasi darurat dapat membantu mengurangi risiko kesalahan. Memastikan bahwa seluruh staf memahami dan mengikuti SOP ini merupakan langkah penting dalam memastikan keselamatan pasien.

5. Pendidikan dan Pelatihan yang Berkelanjutan

Upaya untuk meningkatkan keselamatan pasien harus didukung oleh pendidikan dan pelatihan yang terus-menerus bagi seluruh staf kesehatan. Ini termasuk pelatihan dalam identifikasi risiko, manajemen stres, komunikasi efektif, dan teknik keselamatan pasien lainnya.

6. Teknologi yang Mendukung

Penggunaan teknologi seperti sistem manajemen data pasien elektronik, barcode scanning, dan peringatan otomatis dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien secara keseluruhan.

7. Partisipasi Pasien

Mengajak pasien dan keluarga mereka untuk berpartisipasi dalam perawatan mereka sendiri dapat membantu mengidentifikasi risiko dan mencegah kesalahan. Ini termasuk pendidikan pasien tentang penggunaan obat, pencegahan infeksi, dan tanda-tanda peringatan untuk memperhatikan.

8. Evaluasi dan Pengukuran Kinerja

Penting untuk terus-menerus mengevaluasi dan mengukur kinerja dalam hal keselamatan pasien. Ini melibatkan pemantauan insiden keselamatan pasien, tingkat kepatuhan terhadap prosedur, dan umpan balik dari pasien dan staf.

 

Menciptakan Budaya Keselamatan Pasien

Untuk menciptakan budaya Keselamat pasien di tataran pelayanan kesehatan tentu perlu di pahami terlebih dahulu tentang konsep dari kesalamatan pasien. Pemahaman terhadap suatu konsep diawali dengan definisi atau pengertian . Ada beberapa pengertian dan istilah istilah yang tekait tentang keselamatan pasien, sebagai berikut :

1. Keselamatan pasien adalah suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil (PERMENKES RI NOMOR 1691/MENKES/PER/VIII/2011).

2. Insiden keselamatan pasien merupakan setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien (Kementerian Kesehatan RI, 2017).

3. Menurut WHO (2008) keselamatan pasien adalah pencegahan kesalahan dan efek samping pada pasien berkaitan dengan pelayanan kesehatan

4. Kondisi Potensial Cidera/KPC) (a reportable circumstance/situasi atau kondisi yang perlu dilaporkan) adalah suatu situasi/ kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cidera, tetapi belum terjadi insiden

5. Kejadian Nyaris Cidera/KNC (a near miss ) adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar / terkena pasien

6. Kejadian Tidak Cidera/KTC (a no harm incident ) adalah suatu insiden yang sudah terpapar ke pasien tetapi tidak timbul cidera.

4. Kejadian Tidak Diharapkan/KTD (a harmful incident / adverse event) adalah insiden yang mengakibatkan cidera pada pasien.

5. Kejadian Sentinel (Sentinel Event) adalah Suatu Kejadian Tidak Diharapkan/KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yg serius, dipakai untuk kejadian yang sangat tidak diharapkan atau tidak dapat diterima

Tujuan Keselamatan Pasien  Rumah Sakit (KPRS)  antara lain :

Tujuan Umum : Menurunnya Insiden Keselamatan Pasien (IKP) dan meningkatnya mutu pelayanan keperawatan yang berhubungan dengan keselamatan pasien di RS.

Tujuan Khusus: 

1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit

2. Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat

3. Menurunnya kejadian yang tidak diharapkan (KTD) di rumah sakit.

4. Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian tidak diharapkan.

Sasaran Keselamatan Pasien 

Urain tentang Sasaran Keselamatan Pasien bisa di lihat pada link berikut link >>>>>

Standar Keselamatan Pasien

Urain tentang Standar Keselamatan Pasien bisa di lihat pada link berikut link>>>>>

Lingkup Kegiatan Upaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit.

Uraian tentang kegiatan Upaya Keselamatan Pasien bisa dilihat pada link berikut  no

Klik link berikut >>>>>

Komunikasi antar tim kesehatan untuk menciptakan keselamatan Pasien

Uraian tentang komunikasi untuk menciptakan keselamatan pasien dapat di luhat pada link berikutno Link>>>>>

Budaya Keselamatan Pasien

Hal-hal penting menuju budaya keselamatan (KARS, 2017) yaitu sebagai berikut.

a. Staf RS mengetahui bahwa kegiatan operasional RS berisiko tinggi dan bertekad untuk melaksanakan tugas dengan konsisten serta         aman.

b. Regulasi serta lingkungan kerja mendorong staf tidak takut untuk mendapat hukuman bila membuat laporan tentang KTD dan KNC.

c. Direktur RS mendorong tim keselamatan pasien melaporkan insiden keselamatan pasien ke tingkat nasional sesuai dengan peraturan perundangundangan.

d. Mendorong kolaborasi antar staf klinis dengan pimpinan untuk mencari penyelesaian masalah keselamatan pasien.

Dimensi Budaya Keselamatan Pasien

Ada 12 dimensi budaya keselamatan pasien menurut Siagian (2020) yakni sebagai berikut:

1) Frekuensi pelaporan insiden.

2) Persepsi tentang keselamatan pasien secara menyeluruh.

3) Harapan dan tindakan manajer dalam meningkatkan keselamatan pasien.

4) Pembelajaran organisasi- perbaikan berkelanjutan.

5) Kerjasama tim dalam unit.

6) Komunikasi terbuka.

7) Umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan.

8) Respon tidak menghukum terhadap kesalahan.

9) Staffing.

10) Dukungan manajemen rumah sakit terhadap program keselamatan pasien.

11) Kerjasama tim antar unit.

12) Overan dan transisi.

Menurut (Rosyada, 2014) budaya keselamatan pasien terdiri dari 4 komponen yaitu :

1. Keterbukaan (informed culture) : yaitu budaya dimana pihak yang mengatur dan mengoperasikan system memiliki pengetahuan terkini tentang faktor-faktor yang menjelaskan keselamatan dalam suatu system.

2. Keadilan (just culture) : yaitu budaya membawa atmofer trust sehingga anggota bersedia dan memiliki untuk memeberikan data dan informasi serta sensitif terhadap perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima.

3. Pelaporan (report culture) : yaitu budaya dimana anggota didalamnya siap untuk melaporkan kesalahan atau near miss. Pada budaya ini organisasi dapat belajar dari pengalaman sebelumnya. Konsekuensinya makin baik reporting culture maka laporan kejadian akan semakin meningkat.

4. Pembelajaran dari masalah (learning culture): yaitu budaya dimana setiap anggota mampu dan bersedia untuk menggali pengetahuan dari pengalaman dan data yang diperoleh. Serta kesediaan untuk mengimpl ementasikan perubahan dan perbaikan yang berkesinambungan (contin uous improvement). Learning culture merupakan budaya belajar dari insiden dan near miss.

DAFTAR PUSTAKA

https://rsud.magelangkab.go.id/download/file/Buku%20Manajemen%20Patient%20Safety.pdf

........Tinjaun Pustaka