diposkan pada : 24-06-2024 15:07:05

Pengertian Kewirausahan (Entrepreneurship)

Berdasarkan Instruksi Presidan RI No 4 tahun 1995 :

Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang  dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, tehnologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Kewirausahan (Entrepreneurship) sebagai disiplin ilmu adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dari perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin di hadapi.

Kewirausahan (Entrepreneurship) dalam konteks bisnis menurut Thomas W. Simmerer (1966) adalah hasil dari suatu disiplin serta proses sistimatis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang pasar.

Schumpeter (1912) : wirausaha tidak selalu berarti pandangan atau manajer, tetapi sesorang yang unik yang memiliki keberanian dalam mengambil risiko dan memperkenalkan produk produk inovatif serta tehnologi baru kedalam perekonomian. Sehingga produk Inovatif tersebut diikuti kemudian tersebar dalam kehidupan ekonomi.

Peter F Drucker (1994): Kewirausaah adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Peter Hisrich (1995) : Proses menciptakan sesuatu yang berbeda untuk menghasilkan nilai dengan mencurahkan waktu dan usaha diikuti penggunaan uang, fisik, risiko, sehingga menghasilkan balas jasa yang berupa uang, serta kepuasan dan kebebasan pribadi.

Istilah Wirausaha dimaknai sama dengan Entrepreneur berasal dari bahasa Prancis yaitu:

“enterprende” = melakuukan, memulai, berusaha melakukan tindakan, mengorganisi dan mengatur. Sedangkan Wirausaha berasal dari kata ;

           "Wira = utama, gagah, luhur, berani, teladan dan pejuang

           "Usaha = penciptaan kegiatan dan atau berbagai aktivitas bisnis.

           “Wirausaha juga identik dengan wiraswasta :

           "Wira = utama, gagah, luhur, berani, teladan dan pejuang

            "Swa = sendiri 

            "Stra = berdiri

 "Swasta = berdiri diatas kaki sendiri, yang maknanya berdiiri di atas kemauan dan atau kemampuan sendiri

Dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal hal atau upaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauan dan kemampuan sendiri.

Perkembangan 

Abad ke-18 tahun 1755, Ricard Cantillon orang Irlandia, orang yang pertama kali mengenalkan enterpreneur (wirausaha) adalah seseorang yang menanggung risiko, dengan cara membeli barang di daerah daerah tertentu dan menjualnya di daerah lain dengan harga yang tidak pasti.

Abad ke-20 (1901-2000) ; 

Entrepreneurship mulai dikenalkan di beberapa benua Eropa. Di belanda dikenalkan sebagai ondernemer, di jerman dikenalkan sebagai Unternehmer

Tahun 1950-an ;

Entrepreneurship mulai dirintis di beberapa benua Eropa diantaranya Amerika dan Kanada

Tahun 1970-an

Beberapa Universitas di Eropa sudah mengajarkan kewirausahaan, managemen usaha kecil dan usaha besar.

Tahun 1980-an ;

Di Amerika hampir 500 sekolah  sudah memberikan pendidikan Kewirausahaan.

Di Indonesia masih terbatas di perguruan tertentu

Di Indonesia, istilah Kewirausahan (Entrepreneurship)  mengalami perkembangan.

  1. Pada masa Soekarno (17 Agustus 1950 – 12 Maret 1967), entrepreneurship lebih populer dengan kata berdikari.
  2. Pada masa Soeharto (27 Maret 1968 – 21 Mei 1998) umumnya diartikan kewiraswastaan.
  3. Dan pada masa reformasi (1998–2004), entrepreneurship dimaknai kewirausahaan (Purnomo, 2010)

Teori Kewirausahaan

Teori ekonomi

Teori ini mengungkapkan bahwa wirausahawan bisa nampak dan meningkat jika ada peluang ekonomi, sehingga dalam meningkatkan usaha bisa berupa perbuatan, yaitu:

  1. Berniat untuk membuat peluang ekonomi
  2. Menyebarkan informasi yang luas mengenai   peluang ekonomi
  3. Menawarkan dorongan supaya orang dapat mengambil resiko
  4. Menjadi inovator serta membentuk organisasi.

Tokoh-tokoh dalam aliran ini diantaranya: Cantilon, Schumpter, Leibenstein dan Broehl. Berkaitan dengan teori ekonomi, perkembangan kewirausahaan bisa dicari dari pendekatan classical, neoclassical, dan austrian market process. Murphy, Liao, dan Welsch menjelaskan:

  1. Classical

Pendekaan classical menegaskan tidak pastian dan risiko terlihat penting. Kepunyaan dan status bukan mempehatikan sebagai sesuatu yang pasti dibutuhkan pengusaha. Inovasi dan koordinasi merupakan aspek yang menonjol dalam kegiatan kewirausahaan. Inti dari pendekatan klasik yaitu penawaran, permintaan, serta harga jangka pendek.

  1. Neoclassical

Pendekatan neoklasik hadir sebagai responden terhadap kekurangan pendekatan klasik yang memperkirakan keseimbangan. Para pendukung pendekatan neoklasik beranggapan bahwa perkiraan ekuilibrium tidak sesuai dengan harga jangka pendek relatif. Konsep penurunan marginal utility dan biaya produksi ralatif. Konsep penurunan marginal utility hadir sebagai penjelasan dari kegiatan ekonomi. Fokusnya tidak pada akumulasi modal melainkan pada kombinasi baru dari sumber daya yang ada. Pengusaha berperan dalam menyesuaikan bagian sumber daya karena adanya perubahan seperti peningkatan penawaran, penuruna permintaan dan situasi keseimbangan. pengusaha menciptakan produk baru, metode produksi baru, memberitahukan sumber daya baru atau bentuk organisasi baru yang selanjutnya menimbulkan kondisi lama menjadi usang. pengusaha membuat perubahan di lingkungan dan menanggapi perubahan tersebut.

  1. Proses pasar Austria

Pendekatan ini menegaskan terhadap kegiatan manusia dan menyajikan susunan kerja konseptual untuk kewirausahaan yang lebih kaya. Penekanannya adalah pada bagaimana mengembangkan pemahaman yang diperlukan untuk mengetahui peluang dan menciptakan keputusan sempurna. Pendekatan ini menjelaskan bahwa jika pemahaman dikomunikasikan di sistem pasar, misal lewat keterangan harga, sehingga muncul inovasi dan pengusaha mengetahui cara menciptakan produk baruatau cara yang lebih efektif untuk menciptakan produk baru, sehingga keuntungan bisa didapat dari pengetahuan tersebut. Pendekatan neoklasik tidak menerangkan kegiatan ini. Proses pasar Austria mengingat lingkungan tidak selalu menyajikan output yang mirip dalam sistem ekonomi. Pengusaha memperoeh insentif dengan menggunakan pemahaman untuk mendapatkan nilai. Dibangun di atas gagasan neoklasik, proses pasar industri menempatkan kewirausahaan sebagai penggerak sistem pasar.

Teori psikologi

Teori ini menunjukkan bahwa kesuksesan seorang entrepreneur tidak terpaut pada kondisi lingkungan, namun pada aspek personalitas. Dalam teori ini dijelaskan bahwa ikatan antara perilaku entrepreneurship dengan keperluan untuk kebutuhan berprestasi (need for achievement) sangat melekat. Keperluan berprestasi dibentuk sejak masa anak-anak antara lain melalui konten bacaan bagi anak sekolah dasar. Karena itu, kebutuhan berprestasi harus ditanamkan sejak usia dini. Tokoh dalam teori ini adalah David Mc.Clelland.

Teori perilaku

Teori ini menunjukkan bahwa perilaku seorang wirausaha merupakan hasil kerja yang berlandaskan pada rencana dan prinsip, tidak disebabkan oleh ciri kepribadian seseorang atau intuisi seseorang. Jadi menurut teori ini, entrepreneurship bisa diketahui dan dikendalikan dengan tersusun, sistematik dan terencana

Teori Sosiologi

Perusahaan sosiologis fokus pada kondisi sosial. Dalam istilah yang berbeda, pada teori sosiologis tahap analisisnya secara tradisional yaitu kemasyarakatan. Menurut Reynolds pernah memperkenalkan empat kondisi sosial yang terkait dengan peluang entrepreneurship. Pertama, jejaring sosial. Maka difokuskan dengan membuat hubungan sosial yang menyebarkan kepercayaan dan tidak oportunisme. Dalam hal lain, entrepreneur tidak boleh menerima profit yang tidak sewajarnya dari orang-orang supaya bisa sukses. Kedewasaan muncul sebagai hasil dari menjaga kepercayaan dengan orang lain

Selanjutnya menyebutkan kondisi kehidupan yang menyangkut analisis keadaan kehidupan dan konteks seseorang yang telah mengambil keputusan untuk menjadi entrepreneur. Pengalaman manusia dapat menyadarkan pandangan dan perbuatannya maka mereka hendak menjalankan sesuatu yang berarti bagi kehidupannya. Kemudian pengenalan etnik. Konteks sosiologis seseorang merupakan salah satu faktor penentu "dorongan" dalam menjadi seorang pengusaha. Misalnya, konteks sosial seseorang memastikan seberapa jauh ia bisa melangkah. Kelompok terpinggirkan yang mungkin mematahkan semua rintangan dan berujung untuk sukses, mendukung konteks mereka yang kurang beruntung untuk membuat hidup lebih baik. Konteks sosial berikutnya disebut ekologi populasi. Identitas merupakan faktor lingkungan yang berperan penting dalam kelangsungan bisnis. Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi kelangsungan usaha baru atau keberhasilan pengusaha adalah sistem politik, peraturan pemerintah, pelanggan, karyawan serta persaingan

Teori Antropologi

Antropologi merupakan pelajaran mengenai asal usul, pertumbuhan, keterampilan, dan kemampuan suatu populasi. Dengan kata lain, kebiasaan komunitas di masyarakat. Teori antropologi mengungkapkan bahwa bagi seseorang yang sukses dalam memulai bisnis, kehidupan sosial budaya harus diterapkan atau tidak. Penekanan disisni ada pada kebiasaan model kewirausahaan. Gaya tersebut mengungkapkan bahwa bisnis baru dibuat oleh akibat budaya seseorang. Praktik budaya mengarah pada perilaku kewirausahaan seperti inovasi yang juga berfokus pada tingkah laku penciptaan bisnis. Kebangsaan mempengaruhi perbuatan dan tingkah laku serta mencerminkan budaya etnis, sosial, ekonomi, ekologi, dan politik tertentu ari seseorang. Maka dari itu, lingkungan budaya bisa menghasilkan perbedaan perilaku serta perbedaan tingkah laku kewirausahaan

 

Paradigma

Paradigma Lama

Kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Merupakan bakat  bawaan sejak sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari da di ajarkan .

Paradigma Baru

  • Kewirausahaan telah menjadi suatu disiplin ilmu yang independen
  • Memiliki Body of Knowledge : Teori, Konsep dan metode
  • mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya

 

Jenis Wirausaha

Beberapa ahli mengelompokkan Jenis Wirausaha berbeda beda. Ada yang berdasarkan pemilikan, perkembangan, kegiatan usaha.

Roopke (1995) mengelompokkan wirausaha berdasarkan peran, yaitu

  1. Wirausaha Rutin; yaitu wirausaha yang dalam kegiatan sehari harinya cenderung fokus pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional, tidak menyusun dan mengalokasikan sumber daya
  1. Wirausaha Arbitrase; yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan peluang. Wirausaha ini tidak melibatkan pembuatan barang dan penyerapan dana pribadi. Kegiatan ini memanfaatkan perbedaan harga jual dan beli. Contoh saham.
  1. Wirausaha Inovatif; yaitu wirausaha yang dinamis menghasilkan iden dan kreasi baru yang berbeda. Melakukan inovasi dalam produk, hasil, sumber pengadaan dan organisasi baru yang relevan

 

Prinsip Prinsip Kewirausaha

Prinsip kewirausahaan menurut Mahyudin adalah :

  1. Harus Optimis; sikap optimis merupakan prinsip yang harus dimiliki untuk dapat memotivasi kesadaran wirausahawan. Sikap optimis menjadikan usahawan lebih yakin bahwa usaha yang ditekuni akan berhasil dengan baik
  2. Ambisius; Wirausahawan harus punya ambisi besar apapun usaha yang di jalani
  3. Dapat membaca peluang pasar ; merupakan prinsip mutlak yang harus dimiliki wirausahawan, baik usaha lokal, regional maupun international. Dengan kita mampu melihat peluang maka kita dapat menggunakan peluang tersebut untuk mendapatkan keuntungan.
  4. Sabar ; kesabaran, ketekunan dan ulet penting dimiliki agar dapat dengan mudah memahami, mengatasi, mencegah dan menghadapi masalah yang ditemukan saat menjalankan sebuah usaha.
  5. Jangan Putus asa; sebuah usaha mengalami pasang surut, sehingga wirausahawan harus pantang menyerah, karena ketika menyerah berarti kesuksesan yang diinginkan akan gagal.
  6. Jangan takut gagal; kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Menekuni wirausaha harus memiliki keberanian untuk memulai untuk menyelami usaha yang Anda sukai. Cari usaha yang disukai (tidak ada rasa terpaksa) yang membuat betah untuk mengurusnya dalam 24 jam

Prinsip kewirausahaan menurut Khafidlul ulum adalah :

  1. Passion (semangat); penghargaan seorang wirausaha tidak terletak pada tujuannya melainkan pada proses dan perjalanan usahanya. Sehingga dalam menjalankan usahanya harus penuh semangat agar dapat mencapai keberhasilan
  2. Independent (mandiri); kemandirian seorang wirausa menghindari ketergantungan dari pihak pihak/para pemangku kepentingan dalam usaha kita.
  3. Marketing sensitivity (peka terhadap pasa)
  4. Creative dan Innovative (kreatife dan inovatif); merupakan modal utama dalam wirausaha. Seorang wirausaha tidak boleh berhenti berkreasi dan  berinovasi.
  5. Calculated risk taker (mengambil risiko penuh perhitungan); risiko selalu ada dimanapun kita berada, sehinggo risiko kita harus hadapi melalui perhitungan sebelum membuat suatu keputusan dalam wirausaha.
  6. Persistent (pantang menyerah)
  7. Hight ethical standart (berstandar Etika Tinggi); Etika adalah ilmu tentang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Di Indonesia memiliki undang undang perlindungan konsume. Bisa dipakei sebagai pegangan dalam etika bisnis
  8. Jujur adalah mata uang adalah mata uang yang berlaku di mana mana (pitagoras), jujur pada pemasok, pelanggan dan pemangku kepentingan

Reference

1. Sudaryono, dkk (2011), https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=C5pyDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=kewirausahaan&ots=ZNArGVRcqD&sig=7Q3TWpqUWZUzyH6OkafvfsFas18&redir_esc=y#v=onepage&q=kewirausahaan&f=false